Minggu, 30 Juni 2013

Presentation with impact



Presentation with impact
oleh Tedy Sitepu

Materi yang diberikan kali ini tentang bagaimana cara presentasi. Presentasi tidak hanya sekedar menyampaikan ide lewat tulisan, akan tetapi grafis, pemilihan jenis dan ukuran huruf serta kemampuan pembicara dalam menyampaikan ide atau gagasannya dengan baik. Selain itu, hal teknis seperti persiapan infokus juga harus diperhatikan. 

Presentasi pada dasarnya harus bisa menghibur dan mencerahkan. Sekarang ini, kebanyakan presentasi membosankan dan tidak jelas. Tidak hanya mahasiswa, akan tetapi dosen, peneliti bahkan manajer-manajer juga masih banyak melakukan banyak kekurangan dan kesalahan dalam presentasinya. Presentasi menunjukkan bagaimana kita berfikir dan apa yang kita pikirkan. Beberapa hal yang menjadikan presentasi buruk diantaranya yaitu: 

1. Tanpa Kosep; 
Hal ini dapat menjadi kesalahan yang sangat fatal dalam presentasi. Banyak orang seringkali meremehkan hal ini dan akhirnya presentasi mereka tidak terlalu baik bahkan cenderung membosankan.
2. Terlalu banyak muatan dalam slide 
Tulisan memang dibutuhkan dalam slide untuk memudahkan kita mengingat apa yang ingin kita presentasikan. Akan tetapi, apabila jumlahnya terlalu banyak hal ini kurang begitu baik.
3. Terlalu banyak ornamen dan warna, 
Warna yang banyak seperti pelangi tidak terlalu baik juga. Lebih baik pilih warna yang simple tapi elegan.


4. Terlalu banyak data,
5. Tanpa jiwa,

 
Setelah melihat beberapa bagian tersebut yang menyebabkan presentasi kita menjadi buruk, maka kita harus bisa meminimalisir sekecil mungkin kemungkinan hal-hal tersebut dapat terjadi. Tanda presentasi kita buruk dapat dilihat dari antusiasme audience dalam bersikap, yaitu: 

1. Ekspresi,
Ekspresi audiens apakah hanya tatapan kosong atau tatapan yang mengerti apa yang kita jelaskan.
2. Sibuk sendiri,
Kalau presentasi kita buruk, kemungkinan audiens banyak yang sibuk sendiri dengan urusan masing-masing. Contohnya bermain twitter, facebook ataupun sekadar membuka-buka handphone.
3. Tertidur
Ini merupakan sikap audiens yang paling ekstrim terjadi ketika mendengarkan presentasi. Saya rasa untuk ekspresi ini, pendengar tidak bisa disalahkan akan tetapi yang memberikan materi yang sesungguhnya harus berfikir. Kemungkinan terbesar adalah presenter tidak bisa membawakan presentasinya dengan baik dan cenderung monoton.


Sabtu, 29 Juni 2013

How Amazing LPDP



LPDP merupakan singkatan dari Lembaga Penyedia Dana Pendidikan dibawah kemeterian keuangan, kementerian pendidikan dan kebudayaan, dan kementrian agama. Fokus LPDP dalam menciptakan pemimpin dunia di masa yang akan terfokus pada beasiswa, dana riset dan bantuan rehabilitasi fasilitas sekolah. 

Untuk di sektor beasiswa, LPDP membantu masyarakat Indonesia untuk berkuliah S2 dan S3 di luar maupun dalam negeri. Pemberian beasiswa ini tanpa ikatan dinas, akan tetapi pada saat lulus kita harus mengabdi kepada bangsa Indonesia melalui bidang masing-masing yang telah kita geluti (bagi yang sudah bekerja). Proses seleksi untuk beasiswa ini cukup panjang, dimana kita harus mengumpulkan berkas-berkas, wawancara dan juga proses pengayaan. Untuk mendapatkan beasiswanya kita harus lulus dalam semua seleksi tersebut. 

Sektor yang kedua yaitu pemberian dana riset. Dana ini diperuntukkan bagi para peneliti yang akan menghasilkan suatu produk. Kepala peneliti diharapkan bergelar minimal doctor, akan tetapi anggotanya boleh tingkat magister dan sarjana. Dana yang akan diberikan sangat besar sekitar 2 milyar/proposal. Jumlah tersebut adalah jumlah terbesar pemberian dana riset yang ada di Indonesia. 

Bantuan dana yang terakhir diberikan untuk rehabilitasi saran sekolah. Letak geografi Indonesia yang rawan bencana membuat program ini diadakan. Riset membuktikan bahwa di Indonesia setiap hari terjadi gempa, tetapi ukurannya bisa kecil, sedang ataupun besar. Untuk mengantisipasi hal tersebutlah diadakannya program ini.  

Visi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sendiri untuk tahun 2012-2016 adalah Menjadi lembaga pengelola dana yang terbaik di tingkat regional untuk menyiapkan pemimpin masa depan serta mendorong inovasi bagi Indonesia yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan. Dari visi tersebut dijabarkan dalam misi yaitu:
1    - Mempersiapkan pemimpin dan profesional masa depan Indonesia melalui pembiayaan pendidikan;
2  - Mendorong riset strategis dan/ atau inovatif yang implementatif dan menciptakan nilai tambah melalui pendanaan riset;
3   - Menjamin keberlangsungan pendanaan pendidikan bagi generasi berikutnya melalui pengelolaan Dana Abadi Pendidikan yang optimal; dan
4  - Sebagai last resort, mendukung rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana alam melalui pengelolaan Dana Cadangan Pendidikan. Dengan visi dan misi tersebut, maka LPDP ikut memberikan kontribusi dalam pembangunan pendidikan khususnya dalam menyiapkan SDM yang berkualitas.

LPDP saya rasa sangat membantu saya untuk melanjutkan kuliah saya ke jenjang yang lebih tinggi. Saya sendiri berikrar dalam hati saya kalau saya ingin menjadikan bangsa Indonesia berjaya seperti bangsa jepang atau cina di Asia. Walaupun mereka Negara asia, tetapi pengaruh mereka di dunia sangat besar. Kalau mereka bisa kenapa Indonesia tidak bisa?Saya yakin Indonesia PASTI BISA!

Bangsa Indonesia Bangsa yang Multikultur


Mendengar materi dari Pak Imam Mahsud terkagum saya melihat beliau yang sangat bersemangat dalam menyampaikan materinya. Beliau menjelaskan asal usul Negara Indonesia yang berasal dari kerajaakerajaan kecil dari seluruh nusantara ini, baik kerajaan kecil ataupun besar. Menyatukan kerajaan menjadi NKRI sangatlah susah karena latar belakang yang berbeda. Namun, momen sumpah pemuda menjadi titik terang untuk menyatukan negeri ini. Pemuda dari sabang sampai merauke berkumpul menjadi satu dan berkumpul untuk menyatukan Negara ini menjadi Negara yang mempunyai karakter dan jati diri karena itulah cita-cita mereka. 

Untuk menyatukan negeri ini dibuat konsensus dasar nasional yan salah satunya memilik perpektif historis, diantaranya:
Bangsa belum menegara:
  • Bangsa dan budaya melayu: Contohnya kerajaan sriwijaya
  • Ki hajar Indonesia berkata bahasa Indonesia adalah bahasa perjuangan, karena dengan bahasa tersebut mengkomiunikkasikan semua dalam perjuangan
  • Bhinneka tunggal ika: Kita sutasoma ajaran untuk menghargai yang berbeda agar hidup dalam suasana harmoni. Ajaran Hargai perbedaan sehingga mennjadikan masyarakat yang rukun.
  • Sumpah Pemuda; satukan potensi local, penegasan sikap dan kehendak satu bangsa, tanah air dan bahasa Persatuan.
  • Menyatukan jong dari daerah dan agama yang berbeda dari seluruh Indonesia untuk berjuangan meraih kemerdekaan. 
Bangsa telah Menegara
Menetapkan 1. Falsafah bangsa (Pancasila)2. Konstitusi Negara (UUD 1945) 3. Bentuk Negara kesatuan (NKRI) 4.  Semboyan kebangsaan (Bhinneka tunggal ika)
Ancaman disintegrasi. Indonesia tetap  utuh.
Indonesia tidak pernah sepi terhadap pemberontakan. G30S PKI, GAM dll merupakan contoh kecil pemberontak yang mengancam keutuhan NKRI.

Selain perspektif historis, terdapat juga Perspektif Sosiologis, yang diantaranya yaitu:
Masyarakat multikultur
  • Sentimen POK memicu konflik sosial. Harus kita pahami untuk menghindari konflik
  • Menuntut Kesetaraan ; perlu sikap saling menerima, saling menghargai, dan saling bantu.
  • Kolonial; mayoritas vs minoritas

Hakikat Nilai Kebangsaan
  • Prinsip-prinsip moral; kebaikan sikap dan sifat
  • Pemantapan nilai kebangsaan, penting untuk:
  • Segarkan dan kuatkan kesadaran kebangsaan untuk membangun katahanan nasional Indonesia.
  • Cinta dan utamakan kepentingan bangsa dan Negara sendiri.

Study abroad? Why not?

Materi kali ini disampaikan oleh dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yang bernama Dr. Irid Agoes. Topik yang akan dibahas dalam postingan saya kali ini yaitu tentang belajar hidup dan beradaptasi budaya. Saya merasa beliau sangat kompeten di bidang ini, dikarenakan beliau pernah belajar S2 dan S3 di USA.  Untuk sukses bertahan dalam lingkungan antar budaya diperlukan beberapa syarat diantaranya yaitu:

1.    Betah; ketika kita sudah merasa nyaman dalam lingkungan, selanjutnya muncul perasaan betah ketika kita di lingkungan tersebut berarti besar kemungkinan kita akan berhasil bertahan dalam lingkungan tersebut.
2.    Mempunyai hubungan yang baik; Hal ini terjadi ketika kita merasa “klik” pada saat kita berinteraksi dengan seseorang
3.    Harus efektif; salah satu indikator yang dapat dilihat efektifnya kita belajar di luar negeri yaitu mendapatkan nilai A.

Ketika kita ingin kuliah atau belajar di Negara lain, tentunya kita harus siap akan perbedaan budaya yang akan kita hadapi. Hal tersebut dikarenakan setiap manusia itu unik. Dr. Irid membagi keunikan manusia menjadi tiga, yaitu:
1.    Kepribadian; mengenai hal ini saya rasa memang manusia tidak ada yang sama. Kita semua memiliki keunikan masing-masing bahkan untuk orang kembar.
2.    Budaya; Indonesia memiliki kurang lebih 700 suku yang semuanya mempunyai kebiasaan dan adat istiadat yang berbeda-beda.
3.    Kodrat manusia; kita diciptakan memang berbeda-beda oleh Tuhan yang maha kuasa.
Melihat kepribadian seseorang yang berbeda-beda membuat kita harus bisa beradaptasi dengan cepat ketika kita belajar di luar negeri. Di luar negeri, kita dituntut harus bisa bertahan dalam kondisi bagaimanapun. Oleh karena itu, sifat mandiri atau individualis sangat membantu kita dalam hal tersebut.  Dengan data peraih nobel dapat kita lihat bahwa Individualisme itu berkorelasi dengan prestasi. Kita dapat melihat dari Amerika yang merupakan Negara paling banyak meraih nobel. Data tersebut juga dapat terlihat bahwa amerika merupakan Negara yang paling tinggi tingkat individualismenya. 
Perbedaan antara sifat seseorang yang bersifat Individualisme dan Collectivisme diterangkan dalam tabel berikut:


Collectivisme

Individualisme

  Sulit melepas diri

  Ingin menentukan
  Ingin menyenangkan orang lain

  Tugas untuk dirinya sendiri dikerjakan sendiri

  Senang berkelompok

  Berbeda itu baik

  Mencari persetujuan

  Memutuskan keputusan sendiri

  Percaya akan ada yang menolong
  Berdikari

  Kalau frustasi: menghilang

  Masalah bisnis, menggunakan tertulis



Menurut Dr. Irid, Individualisme itu netral, bisa dibilang baik dan buruk. Hal tersebut dikarenakan terkadang kita harus menjadi individualis untuk menjadi lebih baik dan terkadang kita juga harus menjadi orang yang berkolompok untuk menjadi orang sukses.