Jumat, 28 Juni 2013

Integrity is everything

Combating corruption, Integrity, and leadership adalah materi yang disampaikan oleh Pak Erry  R.H. Beliau adalah mantan ketua KPK pertama. Menurut Pak Erry, etika kedudukannya lebih tinggi daripada taat terhadap hukum. Sebagai contoh, kita tahu bahwa menteri boleh di back up oleh polisi untuk berkendara ke tempat tujuan, tapi secara etika hal tersebut tidak dapat diterima. Karena seharusnya Menteri itu menyelesaikan permasalahan macet, bukannya malah menghindari macet. Menurut Pak Erry, kalau pemimpin harus mempunyai satu top aset yang harus dimiliki yaitu integritas.

Seandainya pemimpin tersebut tidak memiliki integritas yang baik, maka pemimpin tersebut akan dekat dengan korupsi. Grand Public Governance harus melingkupi negara, sektor swasta, masyarakat. Pada sektor tersebut harus saling berkoordinasi agar tidak ada kesalahan birokrasi. 

Ada tiga hal yang mendorong terjadinya korupsi (Arifianto, 2011):
1. Opportunity, Kesempatan ini harus dibatasi untuk menghindari dari bahaya koruptor.
2. Subjektif, Permasalahan yang terjadi karena kedekatan antara pihak-pihak tertentu.
3. Masalah keuangan, seperti aturan keuangan perlu dibenahi contoh pembenahan proposal, anggaran dana harus dijaga lebih ketat.

Di Indonesia sendiri, korupsi sudah merupakan extraordinary crime yang diantaranya adalah:
Pelanggaran HAM
1. Narkoba
2. Teroris
3. Korupsi

Setelah materi dari Pak erry, Acara dilanjutkan dengan penayangan film yang berjudul selamat siang, Risa. Film yang disutradarai oleh mba Inne febriyanti ini bekerja sama dengan KPK dalam mengatasi korupsi di Indonesia. Film ini bersetting dengan kondisi masyarakat di sekitar tahun 1970-an. Peran utama prianya dibintangi oleh tora sudiro. Film ini menceritakan tentang integritas sebuah keluarga yang menolak untuk melakukan korupsi. Woko yang dibintangi oleh tora sudiro mempunyai istri dan dua orang anak. Woko sendiri berprofesi sebagai penjaga gudang di salah satu gudang beras. Awalnya semua berjalan dengan baik, akan tetapi beberapa tahun kemudian Indonesia mengalami krisis dimana banyak sekali. Istri woko berprofesi sebagai penjahit rumahan. Pada saat krisis tersebut banyak sekali cobaan yang menghampiri keluarga tersebut. Anak woko sakit, mesin jahit yang merupakan alat untuk istrinya bekerja pun ingin dijual dikarenakan kehidupan mereka yang sulit itu.

Sampai akhirnya godaan itu datang, penimbun beras datang ke rumah woko dengan tujuan tidak baik. Dia ingin menimbun beras dengan menyewa gudang beras woko yang memang sudah tidak ada isinya. Negosiasi pun berlangsung sangat alot, dimana woko ditawari uang yang sama dengan biaya sewa gudang tersebut. Woko tetap pada pendiriannya yaitu tidak mau disuap. Watak dari tokoh woko dalam film ini sudah sangat jarang kita jumpai pada masa sekarang. Akan tetapi, saya tetap percaya bahwa di Indonesia masih ada woko-woko yang lain tersebar di nusantara.


Arifianto, Alexander. 2011. Corruption in Indonesia: Causes, History, Impacts, and Possible Cures. Available at http://www.academia.edu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar