Presentation with impact
oleh Tedy Sitepu
Materi yang diberikan kali ini tentang bagaimana cara
presentasi. Presentasi tidak hanya sekedar menyampaikan ide lewat tulisan, akan
tetapi grafis, pemilihan jenis dan ukuran huruf serta kemampuan pembicara dalam
menyampaikan ide atau gagasannya dengan baik. Selain itu, hal teknis seperti
persiapan infokus juga harus diperhatikan.
Presentasi pada dasarnya harus
bisa menghibur dan mencerahkan. Sekarang ini, kebanyakan presentasi membosankan
dan tidak jelas. Tidak hanya mahasiswa, akan tetapi dosen, peneliti bahkan
manajer-manajer juga masih banyak melakukan banyak kekurangan dan kesalahan
dalam presentasinya. Presentasi menunjukkan bagaimana kita berfikir dan apa
yang kita pikirkan. Beberapa hal yang menjadikan presentasi buruk diantaranya
yaitu:
Hal ini dapat menjadi kesalahan yang sangat fatal dalam presentasi. Banyak orang seringkali meremehkan hal ini dan akhirnya presentasi mereka tidak terlalu baik bahkan cenderung membosankan.
2. Terlalu banyak muatan dalam slide Tulisan memang dibutuhkan dalam slide untuk memudahkan kita mengingat apa yang ingin kita presentasikan. Akan tetapi, apabila jumlahnya terlalu banyak hal ini kurang begitu baik.
3. Terlalu banyak ornamen dan warna,
Warna yang banyak seperti pelangi tidak terlalu baik juga. Lebih baik pilih warna yang simple tapi elegan.
5. Tanpa jiwa,
Setelah melihat beberapa bagian
tersebut yang menyebabkan presentasi kita menjadi buruk, maka kita harus bisa
meminimalisir sekecil mungkin kemungkinan hal-hal tersebut dapat terjadi. Tanda
presentasi kita buruk dapat dilihat dari antusiasme audience dalam bersikap,
yaitu:
1. Ekspresi,
Ekspresi audiens apakah hanya tatapan kosong atau tatapan yang mengerti apa yang kita jelaskan.
2. Sibuk sendiri,
Kalau presentasi kita buruk, kemungkinan audiens banyak yang sibuk sendiri dengan urusan masing-masing. Contohnya bermain twitter, facebook ataupun sekadar membuka-buka handphone.
3. Tertidur
Ini merupakan sikap audiens yang paling ekstrim terjadi ketika mendengarkan presentasi. Saya rasa untuk ekspresi ini, pendengar tidak bisa disalahkan akan tetapi yang memberikan materi yang sesungguhnya harus berfikir. Kemungkinan terbesar adalah presenter tidak bisa membawakan presentasinya dengan baik dan cenderung monoton.
Ekspresi audiens apakah hanya tatapan kosong atau tatapan yang mengerti apa yang kita jelaskan.
2. Sibuk sendiri,
Kalau presentasi kita buruk, kemungkinan audiens banyak yang sibuk sendiri dengan urusan masing-masing. Contohnya bermain twitter, facebook ataupun sekadar membuka-buka handphone.
3. Tertidur
Ini merupakan sikap audiens yang paling ekstrim terjadi ketika mendengarkan presentasi. Saya rasa untuk ekspresi ini, pendengar tidak bisa disalahkan akan tetapi yang memberikan materi yang sesungguhnya harus berfikir. Kemungkinan terbesar adalah presenter tidak bisa membawakan presentasinya dengan baik dan cenderung monoton.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar