Sabtu, 29 Juni 2013

Bangsa Indonesia Bangsa yang Multikultur


Mendengar materi dari Pak Imam Mahsud terkagum saya melihat beliau yang sangat bersemangat dalam menyampaikan materinya. Beliau menjelaskan asal usul Negara Indonesia yang berasal dari kerajaakerajaan kecil dari seluruh nusantara ini, baik kerajaan kecil ataupun besar. Menyatukan kerajaan menjadi NKRI sangatlah susah karena latar belakang yang berbeda. Namun, momen sumpah pemuda menjadi titik terang untuk menyatukan negeri ini. Pemuda dari sabang sampai merauke berkumpul menjadi satu dan berkumpul untuk menyatukan Negara ini menjadi Negara yang mempunyai karakter dan jati diri karena itulah cita-cita mereka. 

Untuk menyatukan negeri ini dibuat konsensus dasar nasional yan salah satunya memilik perpektif historis, diantaranya:
Bangsa belum menegara:
  • Bangsa dan budaya melayu: Contohnya kerajaan sriwijaya
  • Ki hajar Indonesia berkata bahasa Indonesia adalah bahasa perjuangan, karena dengan bahasa tersebut mengkomiunikkasikan semua dalam perjuangan
  • Bhinneka tunggal ika: Kita sutasoma ajaran untuk menghargai yang berbeda agar hidup dalam suasana harmoni. Ajaran Hargai perbedaan sehingga mennjadikan masyarakat yang rukun.
  • Sumpah Pemuda; satukan potensi local, penegasan sikap dan kehendak satu bangsa, tanah air dan bahasa Persatuan.
  • Menyatukan jong dari daerah dan agama yang berbeda dari seluruh Indonesia untuk berjuangan meraih kemerdekaan. 
Bangsa telah Menegara
Menetapkan 1. Falsafah bangsa (Pancasila)2. Konstitusi Negara (UUD 1945) 3. Bentuk Negara kesatuan (NKRI) 4.  Semboyan kebangsaan (Bhinneka tunggal ika)
Ancaman disintegrasi. Indonesia tetap  utuh.
Indonesia tidak pernah sepi terhadap pemberontakan. G30S PKI, GAM dll merupakan contoh kecil pemberontak yang mengancam keutuhan NKRI.

Selain perspektif historis, terdapat juga Perspektif Sosiologis, yang diantaranya yaitu:
Masyarakat multikultur
  • Sentimen POK memicu konflik sosial. Harus kita pahami untuk menghindari konflik
  • Menuntut Kesetaraan ; perlu sikap saling menerima, saling menghargai, dan saling bantu.
  • Kolonial; mayoritas vs minoritas

Hakikat Nilai Kebangsaan
  • Prinsip-prinsip moral; kebaikan sikap dan sifat
  • Pemantapan nilai kebangsaan, penting untuk:
  • Segarkan dan kuatkan kesadaran kebangsaan untuk membangun katahanan nasional Indonesia.
  • Cinta dan utamakan kepentingan bangsa dan Negara sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar