Berkontribusi Untuk Bangsa dengan Social Entrepreneurship
Peran pemuda sering dikorelasikan
dengan kemajuan suatu bangsa. Presiden RI yang pertama Ir. Soekarno bahkan
pernah bilang kalau ingin merubah Indonesia menjadi Negara besar hanya
dibutuhkan 10 pemuda yang mempunyai komitmen tinggi terhadap bangsa ini. Melihat
fenomena yang terjadi di masyarakat Indonesia, mendorong kang ghoris untuk ikut
berkontribusi untuk memajukan bangsa Indonesia melalui kewirausaan sosial. Kang
ghoris mendirikan suatu wadah untuk menyalurkan niatnya itu melalui lembaga
ASGAR MUDA yang dia dirikan sejak tahun 2006. ASGAR MUDA mempunyai slogan “ Berkarya membangun garut”. Asgar sendiri
singkatan dari asal garut yaitu terdiri dari pemuda-pemudi garut yang memiliki
komitmen tinggi untuk memajukan garut. Kondisi garut sendiri sebelum adanya
ASGAR MUDA ini tergolong masih kurang baik dalam pemberdayaan sumberdaya
manusianya. Walaupun garut mempunyai daerah wisata yang baik dan sumberdaya
alam yang melimpah akan tetapi belum maksimal dalam pengelolaannya. Hal
tersebut mendorong kang ghoris mustaqim untuk mengembangkan potensi daerahnya
tersebut. Kewirausahaan social yang dijalankan oleh kang ghoris meliputi bidang
pendidikan, inkubator kewirausahaan, dan Pemberdayaan masyarakat.
Sektor pendidikan yang dilakukan oleh
ASGAR MUDA pada awalnya mengenai bimbingan belajar untuk anak-anak garut yang
ingin kuliah di perguruan tinggi seperti ITB, UPI, UNPAD, UGM dan UI. Beberapa
siswa ydibawah bimbel ASGAR MUDA ini lulus ke universitas tujuannya. Contohnya
seorang anak yang pekerjaan orang tuanya sebagai buruh bangunan berhasil masuk
ke ITB. Kemudian contoh lain ada anak yang keluarganya mengalami broken home
dan tinggal hanya di rumah yang mirip seperti gubug. Dengan bantuan dari ASGAR
MUDA, anak tersebut berhasil masuk ke UPI dan dicarikan orang tua asuk untuk
anak tersebut, sehingga diharapkan ke depanya anak tersebut bisa meningkatkan
kesejahteraan keluarganya.
Sektor kedua yang difokuskan yaitu
inkubator bisnis untuk masyarakat sekitar garut. Dalam menjalankan program ini,
ASGAR MUDA menggunakan metode peminjaman dan system bagi hasil mirip dengan sistem
syariah. Contoh yang sudah berhasil mereka capai yaitu chocodot. ASGAR muda
membantu tim chocodot untuk ikut pameran di Jakarta dan akhirnya banyak orang
mengenal chocodot dan sekarang sudah terkenal sampai ke Negara-negara eropa
seperti Jerman, Belanda, Swiss dll. Chocodot singkatan dari chocolate dodol
yaitu dodol di dalam coklat dengan beraneka ragam inovasi dari rasa sampai ke
kemasan.
Program ASGAR MUDA yang terakhir
yaitu Pemberdayaan Masyarakat. Dalam program ini, ASGAR mendirikan lembaga microfinance
yaitu BMT (Baitul Maal Wal Tamsil). Sekarang jumlahnya sudah mencapai enam buah
di seluruh daerah garut. Program-program tersebut sangat menginspirasi saya. Dengan menerapkan hal tersebut saya rasa kita dapat bermanfaat banyak untuk masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar