Kamis, 27 Juni 2013

Social Enterpreneurship


Berkontribusi Untuk Bangsa dengan Social Entrepreneurship

Peran pemuda sering dikorelasikan dengan kemajuan suatu bangsa. Presiden RI yang pertama Ir. Soekarno bahkan pernah bilang kalau ingin merubah Indonesia menjadi Negara besar hanya dibutuhkan 10 pemuda yang mempunyai komitmen tinggi terhadap bangsa ini. Melihat fenomena yang terjadi di masyarakat Indonesia, mendorong kang ghoris untuk ikut berkontribusi untuk memajukan bangsa Indonesia melalui kewirausaan sosial. Kang ghoris mendirikan suatu wadah untuk menyalurkan niatnya itu melalui lembaga ASGAR MUDA yang dia dirikan sejak tahun 2006. ASGAR MUDA mempunyai slogan  “ Berkarya membangun garut”. Asgar sendiri singkatan dari asal garut yaitu terdiri dari pemuda-pemudi garut yang memiliki komitmen tinggi untuk memajukan garut. Kondisi garut sendiri sebelum adanya ASGAR MUDA ini tergolong masih kurang baik dalam pemberdayaan sumberdaya manusianya. Walaupun garut mempunyai daerah wisata yang baik dan sumberdaya alam yang melimpah akan tetapi belum maksimal dalam pengelolaannya. Hal tersebut mendorong kang ghoris mustaqim untuk mengembangkan potensi daerahnya tersebut. Kewirausahaan social yang dijalankan oleh kang ghoris meliputi bidang pendidikan, inkubator kewirausahaan, dan Pemberdayaan masyarakat.

Sektor pendidikan yang dilakukan oleh ASGAR MUDA pada awalnya mengenai bimbingan belajar untuk anak-anak garut yang ingin kuliah di perguruan tinggi seperti ITB, UPI, UNPAD, UGM dan UI. Beberapa siswa ydibawah bimbel ASGAR MUDA ini lulus ke universitas tujuannya. Contohnya seorang anak yang pekerjaan orang tuanya sebagai buruh bangunan berhasil masuk ke ITB. Kemudian contoh lain ada anak yang keluarganya mengalami broken home dan tinggal hanya di rumah yang mirip seperti gubug. Dengan bantuan dari ASGAR MUDA, anak tersebut berhasil masuk ke UPI dan dicarikan orang tua asuk untuk anak tersebut, sehingga diharapkan ke depanya anak tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya.  
Sektor kedua yang difokuskan yaitu inkubator bisnis untuk masyarakat sekitar garut. Dalam menjalankan program ini, ASGAR MUDA menggunakan metode peminjaman dan system bagi hasil mirip dengan sistem syariah. Contoh yang sudah berhasil mereka capai yaitu chocodot. ASGAR muda membantu tim chocodot untuk ikut pameran di Jakarta dan akhirnya banyak orang mengenal chocodot dan sekarang sudah terkenal sampai ke Negara-negara eropa seperti Jerman, Belanda, Swiss dll. Chocodot singkatan dari chocolate dodol yaitu dodol di dalam coklat dengan beraneka ragam inovasi dari rasa sampai ke kemasan.

Program ASGAR MUDA yang terakhir yaitu Pemberdayaan Masyarakat. Dalam program ini, ASGAR mendirikan lembaga microfinance yaitu BMT (Baitul Maal Wal Tamsil). Sekarang jumlahnya sudah mencapai enam buah di seluruh daerah garut. Program-program tersebut sangat menginspirasi saya. Dengan menerapkan hal tersebut saya rasa kita dapat bermanfaat banyak untuk masyarakat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar